TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
A.
Definisi
Pengantar Teknologi Sistem Cerdas
Pengantar Teknologi Sistem Cerdas merupakan
salah satu cabang Ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pemanfaatan mesin
untuk memecahkan suatu masalah yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.
Pengantar Teknologi Sistem Cerdas adalah serangkaian system yang di bangun
manusia untuk memudahkan pekerjaan manusia dengan mengandalkan mesin atau
sebuah program yang terkomputerisasi. atau biasa disebut dengan kecerdasan buatan
atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam
konteks ilmiah atau kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya
dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin
(komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia.
Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem
pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan
robotika.
B. Sejarah
Teknologi Sistem Cerdas
Artikel ilmiah yang pertama tentang
Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset
pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen
Newell and Herbert Simon. Namun bidang Kecerdasan Buatan baru
dianggap sebagai bidang tersendiri di konferensi
Dartmouth tahun 1956, dimana 10 peneliti muda memimpikan mempergunakan komputer
untuk memodelkan bagaimana cara berfikir manusia. Hipotesis
mereka adalah "Mekanisme berfikir
manusia dapat secara tepat dimodelkan dan
disimulasikan pada komputer digital", dan ini yang
menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan.
C. Contoh
Penerapan Teknologi Sistem Cerdas di Kehidupan Sehari-hari
Smart Card
secara bahasa berarti kartu pintar. Mengapa ia disebut pintar? karena ia memiliki
mikroprosesor yang dapat melakukan perhitungan, fungsi logika dan sebagainya
seperti layaknya prosesor pada komputer / laptop Anda.
Dalam
buku Smart
Card Handbook, dijelaskan sedikit sejarah tentang smart card.
Pada awalnya, smart card tidak sepintar sekarang (tidak ada mikroprosesor).
Smart card hanyalah sebuah kartu dengan nama pemiliknya. Digunakan sebagai alat
pembayaran yang berdasarkan atas kepercayaan dan status pemilik kartu tersebut.
Kartu ‘pintar’ ini pertama kali digunakan di Diners Club pada tahun 1950.
Sebagai alat
penyimpan data, kartu ini menyimpan nama pemiliknya. Waktu berganti, kemudian
muncul berbagai tambahan seperti nama pemilik yang diembos (timbul), tanda
tangan pemilik yang tujuannya adalah menghindari pemalsuan kartu. Semakin lama,
hal ini kurang efektif untuk menjaga keamanan kartu. Selain itu, perkembangan
teknologi membutuhkan kartu agar dapat dibaca dan diproses menggunakan
komputer. Perkembangan pertama yang cukup revolusioner adalah magnetic stripe
pada bagian belakang kartu.
Magnetic
stripe dapat menyimpan data seperti nama pemilik, nomor kartu dan lain halnya
sehingga komputer dapat melakukan pemrosesan data pada smart card. Untuk lebih
jelas tentang magnetic stripe dapat membaca tulisan saya Magnetic Stripe Si Hitam Manis.
Walaupun
inovasi magnetic stripe cukup revolusioner, tapi tetap saja teknologi ini dapat
dikelabui juga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab (baca : kalau mereka
bertanggung jawab, mereka pasti laporan ke pihak berwajib). Hingga akhirnya,
inovasi yang dirasa cukup kuat untuk menjaga keamanan kartu muncul. Inovasi
tersebut adalah menggunakan mikroprosesor beserta dua saudara kembar RAM – ROM
dan Flash.
Mikroprosesor
dapat ‘berpikir’ dan melakukan analisis serta perhitungan. Ia dapat menolak
atau menerima perintah yang diberikan kepadanya sehingga penyalahgunaan kartu
dapat dihindari. Itulah mengapa smart card menggunakan mikroprosesor (baca:
bahasa kerennya chip).
Sumber :



Tidak ada komentar:
Posting Komentar