BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Indonesia terkenal dengan keragaman budayanya. Manusia dan kebudayaan
adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan karena di mana manusia itu hidup
dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di
daerah yang di tinggalinya.
Manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan
melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan yang terus mereka kembangankan dan kebiasaan-kebiasaan
tersebut akan menjadi kebudayaan. Setiap manusia juga memiliki kebudayaan yang
berbeda-beda, itu disebabkan mereka memiliki pergaulan sendiri di wilayahnya
sehingga manusia di manapun memiliki kebudayaan yang berbeda masing-masing.
Perbedaan kebudayaan disebabkan karna perbedaan yang dimiliki seperti
faktor Lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya
yang menimbulkan Keberagaman budaya tersebut Seiring dengan berkembangnya
teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonesia diharapkan dapat
dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap kebudayaan masing – masing
daerah, karena kebudayaan merupakan jembatan yang menghubungkan dengan manusia
yang lain.
BAB II
TEORI
2.1
Definisi Budaya
Meski
kebanyakan dari kita merasa tahu artinya, budaya adalah sebuah konsep yang
cukup sulit didefinisikan secara formal. Para peneliti seperti Margareth Mead, Ruth Benedict, Geert Hofstede dan yang lainnya telah menawarkan beberapa, Definisi
yang menarik tentang budaya. Salah satu Definisi budaya adalah sebagai sekumpulan sikap,nilai,
keyakinan, dan perilaku yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang, yang
dikomunikasikan dari satu generasi ke generasi berikutnya lewat bahasa atau beberapa
sarana komunikasi lain (Barnow, 1985).
Definisi budaya ini “Kabur”. Artinya,
tidak ada aturan yang baku dan cepat untuk menentukan sebuah budaya atau
siapa-siaoa yang termasuk dalam budaya tersebut. dalam pengertian ini, budaya
adalah sebuah konstruk sosiopsikologis, suatu kesamaan dalam sekelompok orang
dalam fenomena psikologis sepertinilai, sikap, keyakinan, dan perilaku.
Dengan kata lain, budaya tidak sama
dengan ras. Dua orang drari satu ras bisa punya
kesamaan nilai dan perilaku-alias punya budaya yang sama atau bisa
sangat berbeda dalam kenampakan kultural mereka.
Dalam pengertian ini budaya merupakan
suatu konstruk individual. Artinya, sampai batas tertentu, budaa ada di dalam
setiap dan masing-masing diri kita secara individual sekaligus ada sebagai
sebuah konstruk sosial-global. Perbedaan individual dalam budaya bisa diamati
pada orang-orang dari satu budaya sampai batas dimana mereka mengadopsi dan
terlibat dalam sikap, nilai, keyakinan, dan perilaku-perilaku yang berdasarkan
konsensun/kesepakatan, membentuk budaya mereka.
Bila anda bertindak sesuai dengan
nilai-nilai dan perilaku-perilaku tertentu, maka budaya tersebut hadir dalam
diri anda; bila anda tidak memiliki nilai atau perilaku-perilaku tersebut, maka
anda tidak termasuk dalam budaya itu .
2.2
PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM SUATU BUDAYA
Mendefinisikan
budaya sebagai suatu konstruk sosiopsikologis saja belumlah cukup. Disamping
definisi fungsional tentang budaya, kita juga perlu menyadari adanya perbedaan
individual dalam kelompok-kelompok budaya. Artinya, dalam kelompok manapun ang
bisa kita identifikasi sebagai kelompok budaya (atau yang mengidentifikasi
sebagai kelompok budaya), pasti ada perbedaan-perbedaan individual.
Perbedaan-perbedaan
individual ini akana ada, bagaimana pun budaya didefinisikan, dan di semua
kelompok yang mengidentifikasi dirinya sebagai suatu budaya. Adanya perbedaan
individual ini sangat menantang kemampuan kita, dan bijak atau tidaknya,
menggunakan pernyataan dan keyakinan-keyakinan yang bersifat global dan stereotipikal
untuk menggambarkan semua anggota suatu budaya, termasuk budaya kita sendiri. (David Matsumoto(Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2004) 5-6
& 261-262).
BAB III
ANALISIS
3.1 Analisis
Menurut
saya budaya yang telah lama menghilang adalah tentang permainan tradisonal.
Kenapa? Karena sudah jarang anak-anak jaman sekarang bermain seperti congklak,
kelereng, petak umpet dan lain-lain. Sekarang sudah jamannya tekhnologi, semua
kalangan selalu memegang gadget terutama anak-anak . mungkin karena canggihnya
tekhnologi, banyak anak anak lebih senang bermain dengan gadgetnya dibandingkan
bermain diluar bersama anak-anak lainnya. Sangat disayangkan sebenarnya,
padahal banyak sekali manfaat bermain tanpa gadget seperti, menambah teman,
menciptakan keakraban, sehat, dan lain-lain. Ada kalimat yang menyatakan “Bermain tanpa Gadget adalah masa yang Indah”
.
Diharapkan, permainan-permainan
tradisonal dapat dikembangkan lagi supaya anak-anak tertarik untuk
memainkannya. Karna permainan tradisional tidak kalah menyenangkan nya dengan
permainan yang ada di gadget.
BAB IV
DAFTAR
PUSTAKA
2. (David
Matsumoto(Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2004) 5-6
& 261-262).