Senin, 21 Maret 2016

MENGHILANGNYA SUATU BUDAYA

BAB  I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang

Indonesia terkenal dengan keragaman budayanya. Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan karena di mana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya.
Manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan yang terus mereka kembangankan dan  kebiasaan-kebiasaan tersebut akan menjadi kebudayaan. Setiap manusia juga memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, itu disebabkan mereka memiliki pergaulan sendiri di wilayahnya sehingga manusia di manapun memiliki kebudayaan yang berbeda masing-masing.

Perbedaan kebudayaan disebabkan karna perbedaan yang dimiliki seperti faktor Lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan Keberagaman budaya tersebut Seiring dengan berkembangnya teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonesia diharapkan dapat dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap kebudayaan masing – masing daerah, karena kebudayaan merupakan jembatan yang menghubungkan dengan manusia yang lain.


BAB  II
TEORI
2.1 Definisi Budaya
Meski kebanyakan dari kita merasa tahu artinya, budaya adalah sebuah konsep yang cukup sulit didefinisikan secara formal. Para peneliti  seperti  Margareth Mead, Ruth Benedict, Geert Hofstede  dan yang lainnya telah menawarkan beberapa, Definisi yang menarik tentang budaya. Salah satu Definisi  budaya  adalah sebagai sekumpulan sikap,nilai, keyakinan, dan perilaku yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang, yang dikomunikasikan dari satu generasi ke generasi berikutnya lewat bahasa atau beberapa sarana komunikasi lain (Barnow, 1985).
          Definisi budaya ini “Kabur”. Artinya, tidak ada aturan yang baku dan cepat untuk menentukan sebuah budaya atau siapa-siaoa yang termasuk dalam budaya tersebut. dalam pengertian ini, budaya adalah sebuah konstruk sosiopsikologis, suatu kesamaan dalam sekelompok orang dalam fenomena psikologis sepertinilai, sikap, keyakinan, dan perilaku.
          Dengan kata lain, budaya tidak sama dengan ras. Dua orang drari satu ras bisa punya  kesamaan nilai dan perilaku-alias punya budaya yang sama atau bisa sangat berbeda dalam kenampakan kultural mereka.
          Dalam pengertian ini budaya merupakan suatu konstruk individual. Artinya, sampai batas tertentu, budaa ada di dalam setiap dan masing-masing diri kita secara individual sekaligus ada sebagai sebuah konstruk sosial-global. Perbedaan individual dalam budaya bisa diamati pada orang-orang dari satu budaya sampai batas dimana mereka mengadopsi dan terlibat dalam sikap, nilai, keyakinan, dan perilaku-perilaku yang berdasarkan konsensun/kesepakatan, membentuk budaya mereka.
          Bila anda bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan perilaku-perilaku tertentu, maka budaya tersebut hadir dalam diri anda; bila anda tidak memiliki nilai atau perilaku-perilaku tersebut, maka anda tidak termasuk dalam budaya itu  .

2.2             PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM SUATU BUDAYA
Mendefinisikan budaya sebagai suatu konstruk sosiopsikologis saja belumlah cukup. Disamping definisi fungsional tentang budaya, kita juga perlu menyadari adanya perbedaan individual dalam kelompok-kelompok budaya. Artinya, dalam kelompok manapun ang bisa kita identifikasi sebagai kelompok budaya (atau yang mengidentifikasi sebagai kelompok budaya), pasti ada perbedaan-perbedaan individual.
Perbedaan-perbedaan individual ini akana ada, bagaimana pun budaya didefinisikan, dan di semua kelompok yang mengidentifikasi dirinya sebagai suatu budaya. Adanya perbedaan individual ini sangat menantang kemampuan kita, dan bijak atau tidaknya, menggunakan pernyataan dan keyakinan-keyakinan yang bersifat global dan stereotipikal untuk menggambarkan semua anggota suatu budaya, termasuk budaya kita sendiri. (David Matsumoto(Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2004) 5-6 & 261-262).


BAB  III
 ANALISIS
3.1 Analisis
Menurut saya budaya yang telah lama menghilang adalah tentang permainan tradisonal. Kenapa? Karena sudah jarang anak-anak jaman sekarang bermain seperti congklak, kelereng, petak umpet dan lain-lain. Sekarang sudah jamannya tekhnologi, semua kalangan selalu memegang gadget terutama anak-anak . mungkin karena canggihnya tekhnologi, banyak anak anak lebih senang bermain dengan gadgetnya dibandingkan bermain diluar bersama anak-anak lainnya. Sangat disayangkan sebenarnya, padahal banyak sekali manfaat bermain tanpa gadget seperti, menambah teman, menciptakan keakraban, sehat, dan lain-lain. Ada kalimat yang menyatakan “Bermain tanpa Gadget adalah masa yang Indah” .
          Diharapkan, permainan-permainan tradisonal dapat dikembangkan lagi supaya anak-anak tertarik untuk memainkannya. Karna permainan tradisional tidak kalah menyenangkan nya dengan permainan yang ada di gadget.



 BAB  IV
DAFTAR PUSTAKA

   2.     (David Matsumoto(Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2004) 5-6 & 261-262).