Kamis, 13 Desember 2018

IT GOVERNANCE, RISK MANAGEMEN DAN AUDIT IT DOMAIN


Aspek it goveranance

  1.      Aspek keberadaan  IT
Keberadaan IT dapat dijadikan acuan suatu perusahaan untuk mendapatkan sebuah informasi agar semua aktifitas serta proses dalam kegiatan perusahaan akan menjadi lebih terkontrol, efisien dan efektif.
Contoh : analis membutuhkan beberapa informasi untuk membuat penelitian dalam sebuah perusahaan.
  2.      Aspek peranan IT
Fungsi peranan IT meliputi fungsi operasional, monitoring dan control, planning dan decision dan communication.
Contoh:
-        Fungsi operasional : pembuatan struktur organisasi
-       Fungsi monitoring dan control : untuk mengoreksi adakah kesalahan pada system atau tidak. Control digunakan untuk memastikan bahwa aktifitas sudah dikerjakan sesuai dengan rencana atau tidak.
-    Fungsi planning dan decision : sebagai penyedia dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah tambahan informasi bagi para pimpinan perusahaan.
-   Fungsi communication : sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.
  3.      Aspek pendorong utama transportasi bisnis
Perusahaan IT mendukung proses bisnis secara efektif dan efisien.
Contoh : mendukung porses bisnis dengan sumber daya minimum dan hemat biaya untuk modal transportasi bisnis.


ASPEK RISK MANAGEMENT
  1.      Tataran koporasi
Aspek :
a)      Menggunakan modal minimum
Sebuah perusahaan menggunkan modal minimum secara efisien
Contoh:  perusahaan menggunakan modal minimum agar perusahaan dapat berjalan lancar tanpa kesulitan keungan, dan kedua jumlah modal kerja yang variabel yang jumlahnya tergantung pada aktifitas musiman dan kebutuhan-kebutuhan di luar aktivitas biasa.
b)     Batasan portofolio informasi
Kombinasi dua atau lebih investasi dengan resiko dan keuntungan yang berbeda – beda.
Contoh: saham, aset perusahaan dan lain-lain
c)      Pemisahan rekning perusahaan dan nasabah
Mencegah terjadi kecurangan rekening saldo Antara peusahaan dan nasabah
  2.      Tataran pengelola perusahaan
Aspek :
a.      Kompetensi manajemen dengan keahlian
Mengevaluasi kompetensi manjemen untuk suatu tujuan tertentu.
Contoh: bidang manajemen mempunyai keahlian dalam bidang pemasaran
b.      Integritas data valid
akurasi dan kebenaran data yang valid
contoh: pemasukan usia manusia yang tidak mungkin bernilai minus.
c.       Tata pengelolaan yang baik dan transparan
Mengelola dengan baik system pada perusahaan
Contoh : menghindari adanya kasus korupsi di perusahaan.
  3.      Tataran pelaksana lpangan perusahaan
a.       Pengenalan selera resiko
tingkatan umum risiko yang ingin diambil atau diterima.
Contoh : bank bca mengambil resiko keuangan dengan penuh perhitungan
b.      Pengetahuan tenaga penjual akan produk investasi yang dijualnya
Menanamkan modal untuk investasi kedepannya.
Contoh: mencegah terjadinya kecurangan investasi.
c.       Transparasi dalam menjelaskan resiko investasi
Pemegang saham bertanggung jawab terhadap perusahaan, dengan menjelaskan bagaimana terjadi dan cara menanggulangi resiko investasi.
Contoh: menghindari tindakan kejahatan tenaga pelaksana.

LANGKAH AUDIT IT GOVERNANCE
  1.    memulai program tata kelola TI: menjelas- kan tata kelola TI dan nilainya pada manajemen
 2. menilai kondisi saat ini: memberikan masukan dan membantu memberikan penilaian kondisi yang sebenarnya
  3.   merencanakan solusi tata kelola TI
  4.   memantau inisiatif tata kelola TI
 5. membantu membuat bisnis tata kelola TI, seperti : memberikan input objektif dan konstruktif, mendorong penilaian diri, dan memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa tata kelola bekerja secara efektif.
5 DOMAIN AUDIT IT
  1.      EDM (Evaluate Direct and Monitor)
tata kelola EDM berurusan dengan tujuan stakeholder dalam melakukan penilaian, optimasi risiko dan sumber daya, mencakup praktek dan kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi pilihan strategis, memberikan arahan kepada IT dan pemantauan hasilnya.
  2.      APO (Align, Plan and Organise)
manajemen APO memberikan arah untuk penyampaian solusi (BAI) dan penyediaan layanan dan dukungan (DSS). Domain ini mencakup strategi dan taktik, dan identifikasi cara terbaik agar IT dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan bisnis
  3.       BAI (Build, Acquire and Implement)
Proses manajemen BAI memberikan solusi dan mengimplementasikannya sehingga berubah menjadi layanan. Untuk mewujudkan strategi IT, solusi IT perlu diidentifikas ikan, dikembangkan, serta diimplementasikan dan di integrasikan ke dalam proses bisnis. Perubahan dan pemeliharaan sistem yang ada juga tercakup dalam domain ini, untuk memastikan bahwa solusi dapat memenuhi tujuan bisnis.
  4.      DSS (Deliver, Service and Support)
Proses manajemen DSS menyampaikan solusi yang dapat digunakan bagi pengguna akhir. Domain ini berkaitan dengan penyampaian dan dukungan layanan aktual yang dibutuhkan, yang meliputi pelayanan serta pengelolaan keamanan dan keberlangsungan dukungan layanan bagi pengguna, dan manajemen data dan fasilitas operasional.
  5.      MEA (Monitor, Evaluate and Assess)
Proses manajemen MEA memonitor semua proses untuk memastikan bahwa pengarahan yang disediakan domain yang sebelumnya diikuti. Semua proses IT perlu dinilai secara teratur dari waktu ke waktu untuk mengontrol kualitas dan kepatuhannya. Domain ini merujuk pada manajemen kinerja, pemantauan pengendalian internal, kepatuhan terhadap peraturan dan tata kelola.