Aspek it goveranance
1. Aspek
keberadaan IT
Keberadaan IT dapat dijadikan acuan suatu perusahaan
untuk mendapatkan sebuah informasi agar semua aktifitas serta proses dalam
kegiatan perusahaan akan menjadi lebih terkontrol, efisien dan efektif.
Contoh : analis membutuhkan beberapa informasi untuk
membuat penelitian dalam sebuah perusahaan.
2. Aspek peranan IT
Fungsi peranan IT meliputi fungsi operasional,
monitoring dan control, planning dan decision dan communication.
Contoh:
- Fungsi operasional
: pembuatan struktur organisasi
- Fungsi monitoring
dan control : untuk mengoreksi adakah kesalahan pada system atau tidak. Control
digunakan untuk memastikan bahwa aktifitas sudah dikerjakan sesuai dengan
rencana atau tidak.
- Fungsi planning dan
decision : sebagai penyedia dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan
sebuah tambahan informasi bagi para pimpinan perusahaan.
- Fungsi
communication : sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam
berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.
3. Aspek pendorong
utama transportasi bisnis
Perusahaan IT mendukung proses bisnis secara efektif
dan efisien.
Contoh : mendukung porses bisnis dengan sumber daya
minimum dan hemat biaya untuk modal transportasi bisnis.
ASPEK RISK MANAGEMENT
1. Tataran koporasi
Aspek :
a)
Menggunakan modal
minimum
Sebuah
perusahaan menggunkan modal minimum secara efisien
Contoh:
perusahaan
menggunakan modal minimum agar perusahaan dapat berjalan lancar tanpa kesulitan
keungan, dan kedua jumlah modal kerja yang variabel yang jumlahnya tergantung
pada aktifitas musiman dan kebutuhan-kebutuhan di luar aktivitas biasa.
b)
Batasan portofolio
informasi
Kombinasi
dua atau lebih investasi dengan resiko dan keuntungan yang berbeda – beda.
Contoh:
saham, aset perusahaan dan lain-lain
c)
Pemisahan rekning perusahaan
dan nasabah
Mencegah
terjadi kecurangan rekening saldo Antara peusahaan dan nasabah
2. Tataran pengelola
perusahaan
Aspek :
a.
Kompetensi
manajemen dengan keahlian
Mengevaluasi
kompetensi manjemen untuk suatu tujuan tertentu.
Contoh:
bidang manajemen mempunyai keahlian dalam bidang pemasaran
b.
Integritas data
valid
akurasi dan kebenaran data yang valid
contoh:
pemasukan usia manusia yang tidak mungkin bernilai minus.
c. Tata pengelolaan yang baik dan transparan
Mengelola
dengan baik system pada perusahaan
Contoh
: menghindari adanya kasus korupsi di perusahaan.
3.
Tataran pelaksana lpangan perusahaan
a.
Pengenalan selera resiko
tingkatan
umum risiko yang ingin diambil atau diterima.
Contoh
: bank bca mengambil resiko keuangan dengan penuh perhitungan
b.
Pengetahuan tenaga penjual akan produk investasi yang
dijualnya
Menanamkan
modal untuk investasi kedepannya.
Contoh:
mencegah terjadinya kecurangan investasi.
c.
Transparasi dalam
menjelaskan resiko investasi
Pemegang saham bertanggung jawab terhadap
perusahaan, dengan menjelaskan bagaimana terjadi dan cara menanggulangi resiko
investasi.
Contoh: menghindari tindakan kejahatan tenaga pelaksana.
LANGKAH
AUDIT IT GOVERNANCE
1. memulai program
tata kelola TI: menjelas- kan tata kelola TI dan nilainya pada manajemen
2. menilai kondisi
saat ini: memberikan masukan dan membantu memberikan penilaian kondisi yang
sebenarnya
3. merencanakan solusi
tata kelola TI
4. memantau inisiatif
tata kelola TI
5. membantu membuat
bisnis tata kelola TI, seperti : memberikan input objektif dan konstruktif, mendorong
penilaian diri, dan memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa tata kelola
bekerja secara efektif.
5 DOMAIN AUDIT IT
1. EDM (Evaluate Direct and Monitor)
tata
kelola EDM berurusan dengan tujuan stakeholder dalam melakukan penilaian,
optimasi risiko dan sumber daya, mencakup praktek dan kegiatan yang bertujuan
untuk mengevaluasi pilihan strategis, memberikan arahan kepada IT dan
pemantauan hasilnya.
2. APO (Align, Plan and
Organise)
manajemen APO memberikan arah untuk penyampaian solusi (BAI)
dan penyediaan layanan dan dukungan (DSS). Domain ini mencakup strategi dan
taktik, dan identifikasi cara terbaik agar IT dapat berkontribusi pada
pencapaian tujuan bisnis
3. BAI (Build, Acquire
and Implement)
Proses manajemen BAI memberikan solusi dan mengimplementasikannya
sehingga berubah menjadi layanan. Untuk mewujudkan strategi IT, solusi IT perlu
diidentifikas ikan, dikembangkan, serta diimplementasikan dan di integrasikan
ke dalam proses bisnis. Perubahan dan pemeliharaan sistem yang ada juga tercakup
dalam domain ini, untuk memastikan bahwa solusi dapat memenuhi tujuan bisnis.
4. DSS (Deliver, Service
and Support)
Proses manajemen DSS menyampaikan solusi yang dapat digunakan
bagi pengguna akhir. Domain ini berkaitan dengan penyampaian dan dukungan layanan
aktual yang dibutuhkan, yang meliputi pelayanan serta pengelolaan keamanan dan
keberlangsungan dukungan layanan bagi pengguna, dan manajemen data dan
fasilitas operasional.
5. MEA (Monitor,
Evaluate and Assess)
Proses manajemen MEA memonitor semua proses untuk memastikan
bahwa pengarahan yang disediakan domain yang sebelumnya diikuti. Semua proses
IT perlu dinilai secara teratur dari waktu ke waktu untuk mengontrol kualitas
dan kepatuhannya. Domain ini merujuk pada manajemen kinerja, pemantauan pengendalian
internal, kepatuhan terhadap peraturan dan tata kelola.