3
KERANGKA KERJA
1.
COBIT
(Control Objectives for Information and Related Technology)
Merupakan audit sistem
informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh ISACA dan ITGI pada tahun
1992. COBIT berada pada level atas yang dikendalikan
oleh kebutuhan bisnis, yang mencakupi seluruh aktifitas teknologi informasi,
dan mengutamakan pada apa yang seharusnya dicapai dari pada bagaimana untuk
mencapai tatakelola, manajemen dan kontrol yang efektif. COBIT Framework bergerak
sebagai integrator dari praktik IT
governance dan juga yang dipertimbangkan kepada petinggi
manajemen atau manager; manajemen teknologi informasi dan bisnis; para ahli governance, asuransi dan
keamanan; dan juga para ahli auditor teknologi informasi dan kontrol.
|
KELEBIHAN
|
KEKURANGAN
|
|
§ Rahasia
§ Proteksi terhadap informasi yang sensitif dari akses yang tidak bertanggung jawab. § Integritas § Berhubungan dengan penyediaan informasi yang sesuai untuk manajemen. § Secara umum dapat dikatakan bahwa COBIT merupakan sebuah model tata kelola TI yang memberikan sebuah arahan yang lengkap mulai dari sistem mutu, perencanaan, manajemen proyek, keamanan, pengembangan dan pengelolaan layanan. Arahan dari COBIT kemudian didetailkan kembali oleh beberapa model framework sesuai dengan perkembangan keilmuan. |
§ COBIT hanya
memberikan panduan kendali dan tidak memberikan panduan implementasi
operasional.
§ COBIT hanya berfokus pada kendali dan pengukuran. |
2.
ITIL (Information Technology Infrastructure Library)
Information
Tecnology Infrastructure Library adalah sebuah rangkaian Konsep dan teknik
pengelolaan infastructure, pengembangan serta pengoprasian teknologi informasi
(TI). ITIL diterbitkan oleh sebuah buku yang masing-masing didalamnya membahas
sautu topik pengelolaan Teknologi Informasi. Nama ITIL dan IT Ifrastructure
Liberary merupakan merek sebuah produk terdaftar dari Office Government
commerce(OGC) Britania raya. ITIL memberikan dekripsi detail tentang praktik
penting dengan daftar Cek, tugas dan prosedur yang menyeluruh yang dapat
disesuaikan dengan segala jenis Organisasi TI.
|
KELEBIHAN
|
KEKURANGAN
|
|
§ Memberi deskripsi
rinci sejumlah praktik penting TI dan menyediakan daftar komprehensif tugas
dan prosedur yang didalamnya setiap organisasi dapat menyesuaikan dengan
kebutuhannya sendiri
§ ITIL bukan merupakan standard yang memberikan prescription tetapi lebih kepada merekomendasikan, oleh karena itu implementasi antara satu organisasi dengan organisasi lain dapat dipastikan terdapat perbedaan. Dengan demikian kita tidak bisa membandingkan / melakukan benchmark secara pasti |
§ Kelemahan ITIL
antara lain: buku-buku ITIL sulit terjangkau bagi pengguna non komersial,
ITIL bersifat holistic yang mencakup semua kerangka kerja untuk tatakelola
TI, pelaksanaan pedoman dalam buku ITIL memerlukan pelatihan khusus dan biaya
pelatihan atau sertifikasi ITIL terlalu tinggi.
|
3.
MOF (Microsoft Operations Framework)
MOF mencakup SDM, proses/prosedur, dan teknologi. MOF
dikembangkan dari IT Infrastructure Library dari OGC di
Inggris. Microsoft Operations Framework (MOF)
terdiri daribest practice, prinsip, dan kegiatan yang memberikan panduan komprehensif untuk mencapai kehandalan
untuk
solusi dan layanan Teknologi Informasi (TI). MOF
menyelenggarakan kegiatan dan proses TI dalam
fungsi manajemen layanan (SMF), yang berlangsung dalam siklus hidup yang terdiri dari tahapan perencanaan,
penyampaian, operasional, dan pengelolaan.
ISO/IEC 20000 menunjukkan bahwa organisasi berorientasi pada kualitas dengan memberikan layanan TI yang efisien dan efektif.
ISO/IEC 20000 terdiri dari ISO/IEC 20000-1 dan ISO/IEC 20000-2. ISO/IEC 20000-1 adalah spesifikasi auditable dengan mendefinisikan persyaratan untuk sertifikasi.
Sedangkan
ISO/IEC 20000-2 adalah kode praktek yang
berisi rekomendasi dan bimbingan untuk membantu organisasi mencapai sertifikasi.
MOF adalah sekumpulan prinsip, teknik, dan model
teruji di lapangan (best practices) untuk mengelola layanan TI, dengan
tujuan:
v Mencapai target service
level: availability, reliability, supportability, managability.
v Menciptakan infrastruktur TI
yang adaptif.
|
KELEBIHAN
|
KEKURANGAN
|
|
§ Mengurangi risiko dengan adanya koordinasi antar tim.
§ Dapat mengenali dampak yang
terjadi jika dikaji dengan kebijakan yang ada.
§ Mengantisipasi dan mengurangi dampak dari mitigasi.
§Menemukan kemungkinan permasalahan integrasi sebelum produksi
|
-
|
ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2013/05/dani-MOFtoISO.pdf